Kenangan Expedisi Meratus thn 2005

(Tulisan ini masih dalam tahap penulisan, masih belum rampung 100%)
Meratus Expedition 2005 yang dilaksankan dengan tajuk MMCM (Mountain Meratus Corservation Management) adalah sebuah expedisi ilmiah yang bertujuan untuk mensurvey sekaligus mendata satwa-satwa Pegunungan Meratus serta kekayaan Pegunungan Meratus lainnya, hal ini bertujuan untuk penyadartahuan bagi pemangku jabatan-jabatan di Propinsi ini bahwa Pegunungan Meratus mempunyai kekayaan biodaversity yang melimpah, agar kalangan pemerintahan melirik Pegunungan Meratus sebagai sebuah kawaasan yang harus dijaga dan diperhatikan kelestariannya, bukan hanya melirik kandungan bahan tambang serta kayu yang dimiliki Pegunungan Meratus, sehingga orang-orang yang rakus akan berlomba untuk menguras dan menghancurkan satu-satunya kawasan hutan yang dimiliki Kalimantan selatan, serta bisa dijadikan salah satu pertimbangan pemerintah untuk mengeluarkan izin-izin tambang yang baru dikawasan tersebut, yang dapat merusak dan mengganggu keberlangsungan hidup satwa-satwa Pegunungan Meratus, selama ini masyarakat tahu bahwa Pegunungan Meratus sangat kaya dengan flora dan fauna, namun data-data tentang satwa-satwa apa saja yang ada sangat sulit dicari. Pada expedisi kali ini ada lima katagori satwa yang disurvey, yaitu Mamalia, Burung, Serangga, Ikan serta Reptil dan amfibi, selain itu jenis-jenis tumbuhan yang ada juga didata.
Tujuan utama tulisan ini aku buat adalah untuk mengenang sebuah perjalanan dan petualangan yang tak mungkin dapat aku ulangi lagi, tidak mungkin akan kesempatan untuk kedua kalinya lagi untuk melakukan hal yang sama, dunia kerja sudah menghalangi aku, menghalangi untuk kembali kedunia yang sangat banyak meninggalkan kenangan, dunia yang telah membuat aku rindu, rindu cerier, rindu Bino, rindu Field Guide, rindu Triput, dan rindu Kawan-kawan seperjalanan, membuat aku rindu untuk kembali berpetualang. Apa kabar kawan-kawan, apa kabar tim Insect, tim Ikan, tim Mamalia, tim Harpet, tim Tumbuhan, dan tim Avifauna.
Tulisan ini aku buat ketika aku terkenang dengan kawan-kawan seperjalanan, apa kabar kawan-kawan Bicons Bandung, apa kabar KangWayan, KangNai, Kang zeni, Dadan, Agil, Deri, Haikal, Lita, dan Mey. Apa kabar Kawan-kawan dari YCHI Banjarbaru, apa kabar Bang Bery, Amang Udur, Bang Koko, Bang Adhenan, Abid, Udin, Zen, Anang ableh, Udin Kentung, Panjul, Arul, dan Aku sendiri. Apa kabar Kawan-kawan dari PIM Malaris, apa kabar Amat, Suyan, Sigran, Muni, Iyas, Yayar, dan Ukin.
Suatu saat aku terkenang dengan kawan-kawan Expedisi Meratus 2005, Ketika aku membuka kembali Foto-foto Edpedisi Meratus, ingatanku langsung terbang ke empat tahun yang silam, setiap foto yang kulihat selalu terlintas kenangan-kenangan expedisi. bagi kawan-kawan expedisi yang mungkin tersesat di internet dan nyasar ketulisan aku ini, tidak ada salahnya kawan-kawan memberi kritikan ataupun saran terhadap tulisan ini, ataupun kawan-kawan ingin menambahkan cerita menurut pandangan kalian. yang pasti Meratus Expedition 2005 merupakan pengalamanku yang takkan pernah terlupakan.
Puawan, Cintingan Basar, Sungai Karuh, Penyaguan, Juhu, Binjatan, Lakiau, Belangian, Mandinmaru, Pitap, Hauk, Tampaan, Manyandar, Sungai uyain, dan Halong merupakan kawasan-kawasan yang pernah dijadikan basecamp sekaligus lokasi explorasi semua tim. setiap basecamp mempunyai cerita-cerita tersendiri, yang sangat panjang untuk diceritakan semuanya, disana ada tawa, ada canda, ada derita, dan yang lainnya.
Setiap beberapa hari kita berpindah basecamp, kenanganku teringat waktu-waktu kita berpindah basecamp, semua barang-barang tim yang terbilang sangat banyak dipackingsedemikian rupa agar bisa dengan mudah dibawa, barang-barang pribadi di packing di carier masing-masing, setelah itu barang-barang tim dibagi kemasing-masing anggota expedisi, agar berat dapat terdistribusikan dengan baik, rindu rasanya kembali membawa kembali carier dipundakku, cerier berwarna hitam dan kuning emas, bersulamkan tulisan Expedisi Meratus 2005. waktu perpindahan basecamp timbul sebuah istilah, sebuah istilah yang terkadang menggelitik aku, rindu aku mendengar kata-kata"Tim Kuda, Tim Sapi dan Tim Sapi Bunting", yang paling aku rindu adalah istilah tim Sapi Bunting, hahahaha, waktu mengingat istilah tersebut aku jadi ketawa sendiri, label tim kuda pastilah diberikan kepada kawan-kawan dari malaris, mereka dapat berjalan dengan cepat disemua medan dan kondisi, tim sapi adalah tim yang berjalan agak lamban mereka selalu tertinggal dari tim kuda, dan tim yang paling unik adalah tim Sapi bunting, tim Sapi bunting adalah tim yang berjalan selalu keteteran dibelakang, selaluberada dibelakang dan selalu yang terakhir yang sampai ke basecamp yang baru, Ayo tebak siapa saja anggota tim yang masuk dalam katagori tim Sapi Bunting, hahahaha, aku ikut tim sapi aja ya.
Tim kuda selalu berjalan didepan, dan selalu paling cepat sampai basecamp, namun yang banyak punya cerita dan banyak kejadian yang menarik dan susah dilupakan tentulah tim sapi dan tim sapi bunting, paling asyik kalau pindah basecamp cuaca sedang hujan atau kondisi jalan masih basah, pasti ada saja yang belajar menghitung, belajar menghitung dari satu sampai dua puluh, hehehe, siapa yang membersihkan pantat maka dia mendapat hitungan satu, hehehehe kalau kondisi jalan licin pastilah banyak yang terjatuh ataupun terpeleset, nah disanalah ada saja anggota tim yang menghitung apalagi kalau yang jatuh sampai membersihkan celananya pastilah jadi bahan ejekan dan yang lain akan ketawa, biasanya tim sapi dan tim sapi bunting yang sering terpeleset, nah biasanya kalau sudah terpeleset baru dikasih tahu "Hati-hati jatuh, tuh kan jatuh, sudah dibilangin hati-hati, hahahahaha" itulah kata-kata yang paling aku ingat, iya sih dibilangin tapi yang diperingati sudah jatuh duluan baru dibilang hati-hati, disanalan kita ketawa-ketawa bersama, hal tersebut bisa dijadikan pengalih perhatian terhadap trek dan jauhnya perjalanan yang ditempuh, seakan menghilangkan kelelahan untuk sementara dan menjadi hiburan tersendiri. Pada moment ini aku sangat teringat dengan dadan, karena aku dan dadan sering balas membalas belajar belajar menghitungnya. jadi sebisanya kami menjaga celana kami bersih dari tanah, biarpun tidak pernah jatuh tapi kalau celana dibelakang ada bekas tanah, pastilah diketawakan.



(Baca field guide, tim burung lagi mengamati buruannya, tim insect masang insect trap, spesimen insect untuk pendataan)Tiap hari semua tim bertempur dengan senjata masing-masing, Insect net, papilot, box insect, formalin, papan offset untuk tim insect, bino, mono, triput, field guide untuk tim avifauna dan mamalia, plastik spesimen, tongkat ajaib, field guide untuk tim harvet, kacamata renang, jaring, kamera air untuk tim ikan, masing-masing tim membawa senjata sendiri-sendiri. Biasanya tim avifauna selalu berangkat paling pagi meninggalkan base camp untuk mengejar buruan mereka yang mencari makan di pagi hari, sedangkan tim insect agak siang berangkat meninggalkan base camp karena aktivitas buruan mereka kebanyakan disiang hari, semua tim kebanyakan menyisir hutan sedangkan tim Ikan agak sedikit berbeda dengan tim yang lainnya daerah explorasinya, tim kebanyakan dan lebih mengutamakan menyisir hutan, sedangkan tim ikan daerah explorasi mereka adalah sungai, tapi tim ikan dapat dimanfaatkan, apabila mereka bisa panen maka kami bisa makan enak, lumayan dapat ikan tambahan. pada momonet ini aku sangat teringat dengan haikal, udin dan sigran.
Waktu makan mungkin salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu oleh semua anggota tim expedisi meratus 2005, waktu makan selalu terjadwal tiga kali sehari, pagi, siang dan malam, makan pagi sebelum berangkat explorasi, makan siang berbarengan dengan saatnya beristirahat siang hari, dan makan malam sebelum dilaksanakannya evaluasi rutin, kita selalu makan bareng, biasanya tim-tim yang berexplorasi berdekatan dengan basecamp maka kalau sudah dekat waktunya makan siang, tim tersebut akan pulang ke basecamp untuk makan bersama dengan anggota tim lainnya, sekaligus beristirahat dibasecamp sebelum beraksi lagi disore harinya, kalau mengingat makan aku akan teringat piring plastik berwarna merah yang selalu setia menemani kita berexpedisi.
Setiap malam kita selalu mengadakan Evaluasi, masing-masing tim mempersentasikan hasil temuannya pada hari tersebut sekaligus menyampaikan rencana explorasi pengamatan esok harinya, tim-tim yang lain tidak jarang memberikan tambahan temuan mereka kepada tim yang lain, sehingga satu tim tidak hanya fokus dengan bagiannya, tapi setiap tim saling membantu, pada waktu evaluasi tambahan-tambahan termasuk disampaikan. Setiap malam kita Evaluasi, walaupun hari hujan, walaupun badan terasa lelah, ataupun udara sangat dingin, walaunpun dibawah tenda yang sempit sehingga saling berhimpitan, setelah semuanya selesai makan malam Evaluasi selalu dilaksanakan, setiap orang pasti ikut evaluasi, Aku sangat rindu dengan suasana Evaluasi.
Tim expedisi selalu dipimpin satu orang Komandan, dan juga ada satu orang petugas logistik dan satu orang petugas alat, semua keputusan ditentukan oleh komandan expedisi, namun keputusan-keputusan selalu disampaikan waktu evaluasi, keputusan pun dikeluarkan dengan mendengarkan ide-ide dan masukan-masukan dari anggota expedisi lainnya, setiap malam evaluasi dipimpin oleh komandan expedisi, komandan expedisi selalu berganti setiap minggunya, Abid, Gilar, Amat, Anang, Suyan, Udin, dan aku sendiri pernah menjadi komandan expedisi, siapapun komandan expedisi mereka selalu dihormati.
Aku baru menjabat sebagai komandan expedisi waktu expedisi sudah masuk kedalam expedisi tahap kedua, aku menjadi komandan expedisi selama delapan hari, aku mulai menjadi komandan expedisi waktu basecamp utama berada di tampaan dan berakhir pada waktu basecamp berada di manyandar. Ada beberapa situasi yang selalu aku ingat waktu aku menjadi komandan, salah satunya waktu perjalanan perpindahan basecamp dari tampaan ke basecamp yang baru yang berada disekitar kawasan manyandar, waktu ditengah perjalanan salah satu anggota tim pingsan, mungkin dia bukan orang yang terbiasa berjalan jauh dan berjalan turun naik bukit dan gunung, selain itu memang trek yang dilalui merupakan daerah yang terbuka, gersang dan cuaca sangat panas menyengat,
Flaying camp, tapi bukan flaying camp sebenarnya, kata-kata flaying camp yang biasa kita pakai untuk memastikan bawha satu tim yang terdiri beberapa orang akan berangkat pada pagi hari tapi tidak akan kembali ke basecamp pada siang harinya, baik itu untuk makan ataupun beristirahat siang, tim yang falying camp akan kembali ke camp utama pada sore harinya, biasanya tim yang melakukan flaying camp adalah tim yang lokasi explorasinya agak jauh dari camp utama, yang tidak memungkinkan buat mereka untuk kembali pada siang hari ke camp utama, dan mereka akan kembali kebasecamp pada sore harinya.
Biasanya tim yang akan melakukan flaying camp, pada saat evaluasi malam hari sebelumnya mereka menyampaikan rencana mereka untuk melalukan flying camp, siapa saja yang ikut flaying camp, dan dimana mereka lokasi mereka flaying camp, pada saat evaluasi mereka menyebutkan keperluan-keperluan dan alat-alat yang akan mereka bawa serta perbekalan makanan yang akan mereka bawa, pada saat evaluasi mereka sebutkan semuanya, namun mereka harus mendapatkan izin dari komandan expedisi waktu itu, setelah mendapat izin, maka mereka akan melapor kepada petugas alat dan petugas konsumsi untuk mengambil keperluan mereka pada saat flaying camp, aku dari tim burung merupakan salah satu tim yang sering melakukan flaying camp dan aku paling suka ikut dengan tim flating camp.
Hari pertama kita bertempur dikawasan Malaris, kita bertempur dikebun buah sampai ladangnya muni, hari tersebut merupakan hari pertama expedisi dan hari pertama explorasi, aku yang bukan dari kalangan ahli dan waktu itu aku buta sama sekali dengan dunia satwa, waktu itu aku seperti orang yang hanya ikut-ikutan saja, aku bingung, setiap satwa yang aku jumpai aku tidak tahu namanya, baik itu nama local, nama Indonesia apalagi nama ilmiahnya, aku sangat iri dengan teman-teman dari bicons bandung, mereka memang merupakan orang-orang yang sudah ahli, dengan cepat mereka mengenali jenis-jenis satwa yang mereka temui, aku sangat iri sekaligus aku jadi minder, padahal sebelum expedisi dimulai aku diberi beban nantinya akulah yang memengan divisi avifauna, aku berpikir dan aku bertanya-tanya sendiri apakah mungkin aku bisa menjadi ahli disalah satukatagori satwa yang disurvey, baik itu mamalia, burung, harpet, ikan dan insect, bahkan jenis burung bondol saja waktu aku sangat sulit untuk mengidentifikasinya, aku memang buta.
Pada malam harinya kami dikumpulkan, aku tidak tahu kenapa kami disuruh berkumpul, pada waktu itu setiap tim ditanya tentang kegiatannya dihari itu, tim burung, tim mamalia, tim harpet, tim ikan dan tim insect mempersentasikan temuan mereka dihari itu, aku waktu itu hanya diam saja, untuk hal ini aku juga bingung, aku memang pemula, tidak tahu apa-apa dan tidak tahu apa yang mau disampaikan, waktu itu tim burung masih dipimpin oleh dadan. Sampai sekarang aku ingat tim burung waktu itu menyampaikan bahwa jenis yang mereka jumpai dihari itu berjumlah 33 jenis, untuk tim yang lain aku tidak ingat atau malah mungkin aku tidak memperhatikan, aku memang pemula. Dan waktu itu kang wayan agak sedikit kurang puas dengan hasil temuan-temuan tim, menurut kang wayan, misalnya burung bahwa jumlah 33 jenis tersebut tidaklah memuaskan, seharusnya jumlah burung yang dijumpai bisa melebihi 70 jenis mengingat kawasan kebun buah yang sangat kaya degan tumbuhan dan buah-buahan yang notabene merupakan makanan burung, waktu itu aku jadi down bahkan hampir hilang semangat, tapi aku tetap harus semangat dan aku harus tetap berjalan mengingat expedisi baru berjalan satu hari sedangkan exppedisi direncanakan berlangsung selama satu bulan. Ternyata itulah untuk pertamanya kalinya istilah Evaluasi dipakai, dan sampai berakhirnya expedisi evaluasi selalu dilaksanakan disetiap malamnya, dan evaluasi-evaluasi berikutnya berlangsung sangat menyenangkan yang sekarang membuat aku rindu dengan suasana evaluasi.
Hari pertama dan dari kedua explorasi dilaksanakan dikawasan Malaris, tapi ternyata explorasi hari pertama dan hari kedua merupakan TC bagi seluruh anggota tim expdisi, karena pertempuran sesungguhnya akan berlangsung dihari-hari selanjutnya.
Malam hari, pada hari kedua, dilaksanakan evaluasi kadua, pada evaluasi kali ini awalnya evaluasi berlangsung dengan santai, namun pada evaluasi kedua ini dibahas perencanaan besok hari yang merupakan hari-hari pertempuran sesungguhnya, besok hari tim akan berpindah basecamp, basecamp yang direncanakan adalah di cintingan basar, nah untuk kali ini kami semuanya buta dengan daerah cintingan basar, baik itu dimana lokasi maupun jauhnya jarak yang akan kami tempuh esok hari
Kawan-kawan dari Bandung
- Kang Wayan
- Kang Nai
- Kang zeni
- Dadan
- Agil
- Deri
- Haikal
- Lita
- Mey
Kawan-kawan dari Banjarbaru
- Bang Bery
- Amang Udur
- Bang Koko
- Bang Adhenan
- Abid
- Udin
- Zen
- Anang ableh
- Udin Kentung
- Panjul
- Arul
- Aku sendiri
Kawa-kawan dari Malaris
- Amat
- Suyan
- Sigran
- Muni
- Iyas
- Yayar
- Ukin
Bacemap penyaguan
Basecamp puawan
Sambutan masyarakat
Berhemat makan
Mandinamaru
Pingsan
Panasnya dan dinginnya
Aku sakit







